Kakanwil Ditjenpas Aceh Pastikan Layanan Pemasyarakatan di Lapas Kuala Simpang Segera Pulih

KUALA SIMPANG — Banjir yang sempat merendam sejumlah fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Simpang tak menyurutkan komitmen jajaran pemasyarakatan dalam memastikan pelayanan tetap berjalan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, turun langsung meninjau kondisi Lapas sekaligus memastikan proses pemulihan sarana dan prasarana berjalan cepat dan tepat, Senin (31/08/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung dampak banjir terhadap fasilitas pemasyarakatan sekaligus memetakan kebutuhan penanganan berdasarkan tingkat urgensinya. Ramdani Boy didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Peristiwa Br Sembiring, serta jajaran Pejabat Fungsional di lingkungan Kanwil Ditjenpas Aceh.
Setibanya di Lapas Kuala Simpang, rombongan langsung menyisir sejumlah titik yang terdampak oleh genangan air. Mulai dari blok hunian warga binaan, fasilitas sanitasi, sarana pengamanan, hingga area perkantoran dan fasilitas pendukung lainnya. Kakanwil memastikan bahwa penanganan pascabanjir tidak berhenti pada kegiatan pembersihan, tetapi harus dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana, keamanan, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana susulan.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kondisi Lapas kembali aman dan layanan tetap berjalan. Setiap kerusakan dan kendala harus segera kita petakan, kemudian ditentukan mana yang menjadi prioritas untuk ditangani,” ujar Ramdani Boy.

Ia meminta jajaran Lapas Kuala Simpang tidak menunggu hingga persoalan berkembang menjadi lebih besar. Setiap temuan di lapangan harus segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan untuk mendapatkan solusi.
“Jangan sampai kendala sarana dan prasarana kemudian mengganggu tugas dan fungsi kita. Kalau ada persoalan, segera laporkan. Kita koordinasikan dan kita cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya.
Menurut Ramdani Boy, kondisi pascabencana juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan. Ia meminta jajaran mengidentifikasi titik-titik rawan serta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kembali hujan dengan intensitas tinggi.
“Kita tidak hanya bicara bagaimana memperbaiki kerusakan hari ini. Kita juga harus berpikir bagaimana ke depan kita bisa lebih siap. Apa yang menjadi titik rawan harus diketahui, mitigasinya harus disiapkan,” katanya.
Di tengah proses pemulihan tersebut, jajaran Lapas Kuala Simpang terus melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kondisi lingkungan dan fasilitas yang terdampak.
Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Akhmad Sobirin Soleh, mengatakan pihaknya bersama jajaran terus melakukan pengecekan fasilitas, serta memastikan kebutuhan mendesak segera ditindaklanjuti.
“Kami terus melakukan pemulihan secara bertahap. Prioritas kami adalah memastikan kondisi lingkungan Lapas tetap aman dan pelayanan kepada warga binaan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Akhmad.
Ia menyampaikan bahwa arahan Kakanwil menjadi penguatan bagi jajaran dalam melakukan percepatan pemulihan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan. “Kami akan menindaklanjuti arahan Kakanwil, terutama terkait pemetaan sarana yang terdampak, penguatan mitigasi, dan koordinasi apabila terdapat kebutuhan yang harus segera ditangani,” ujarnya.
Peninjauan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kanwil Ditjenpas Aceh dalam memastikan keberlangsungan layanan pemasyarakatan sekaligus memberikan dukungan kepada satuan kerja yang terdampak bencana. Dengan penguatan koordinasi, percepatan penanganan sarana dan prasarana, serta kesiapsiagaan seluruh jajaran, proses pemulihan di Lapas Kelas IIB Kuala Simpang diharapkan dapat segera dituntaskan sehingga seluruh layanan pemasyarakatan kembali berjalan secara aman, optimal, dan berkelanjutan.

