Dukung Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Ikut Tanam Pakcoy dan Panen Udang di Lapas Idi

Idi – Program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan terus didorong sebagai bagian dari pembinaan warga binaan yang produktif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut terlihat saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Idi, Kabupaten Aceh Timur, Senin (31/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ramdani Boy meninjau langsung sejumlah program pembinaan di bidang pertanian dan perikanan yang dikembangkan Lapas Idi. Tidak hanya melihat dari dekat, Kakanwil juga turut terlibat dalam kegiatan dengan menanam bibit sayuran pakcoy pada instalasi hidroponik yang dikelola di lingkungan lapas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemasyarakatan dalam memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan melalui program pembinaan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Didampingi Kabid Pelayanan dan Pembinaan Peristiwa Br Sembiring, PKP Ahli Madya Porman Siregar, PK Ahli Muda James Damanik, serta PKP Ahli Muda Chandra Sudarto, Kakanwil kemudian meninjau Area Beranggang Lapas Idi yang dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya udang.
Di lokasi tersebut, Ramdani Boy melihat langsung proses pengelolaan tambak sekaligus memimpin panen udang yang merupakan hasil pembinaan dan kerja warga binaan.
Menurut Ramdani Boy, pengembangan hidroponik dan budidaya udang di Lapas Idi menunjukkan bahwa program pembinaan Pemasyarakatan dapat diarahkan pada kegiatan yang produktif, memiliki keterampilan nyata, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.“Pembinaan di Pemasyarakatan tidak boleh hanya berorientasi pada pembinaan di dalam lapas, tetapi harus mampu memberikan bekal yang dapat digunakan warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Apa yang kita lihat hari ini, mulai dari hidroponik hingga budidaya udang, adalah contoh konkret pembinaan yang produktif,” ujar Ramdani Boy.
Ia menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian dan perikanan juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menjalani masa pidana.
“Kita ingin warga binaan memiliki keterampilan konkret. Mereka belajar bagaimana menanam, merawat, mengelola, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Ini menjadi modal penting agar mereka mampu mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum setelah bebas,” lanjutnya.

Ramdani Boy juga mengapresiasi jajaran Lapas Idi yang telah mengembangkan lahan dan sarana yang tersedia menjadi ruang pembinaan yang memberikan nilai tambah.
“Saya mengapresiasi jajaran Lapas Idi yang terus berinovasi. Lahan yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang produktif. Kita ingin setiap UPT Pemasyarakatan memiliki program unggulan yang tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar menghasilkan dan memberikan dampak,” tegasnya.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Pemasyarakatan juga harus mengambil bagian melalui potensi yang kita miliki. Kalau dilakukan secara konsisten dan dikelola dengan baik, kegiatan seperti ini bukan hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ungkap Ramdani Boy.
Selain meninjau program pembinaan, Kakanwil juga memberikan pengarahan kepada jajaran Lapas Kelas IIB Idi. Ia menekankan agar seluruh petugas menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kekompakan dalam menjalankan tugas.
“Saya minta seluruh jajaran Lapas Idi menjaga integritas, bekerja secara profesional dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Kekompakan dan soliditas harus terus diperkuat karena keberhasilan Pemasyarakatan merupakan hasil kerja bersama,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Idi, Heriyanto Syafrie, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
“Kami akan terus mengembangkan potensi yang ada di Lapas Idi, baik di sektor hidroponik maupun budidaya udang. Program ini kami arahkan agar warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang benar-benar dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Heriyanto.
Ia menambahkan, dukungan dan arahan dari Kakanwil Ditjenpas Aceh menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Idi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program pembinaan agar semakin produktif dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan program pembinaan di Lapas Idi berjalan secara nyata dan memberikan manfaat bagi warga binaan. Melalui pengembangan sektor pertanian dan perikanan, Pemasyarakatan tidak hanya membina warga binaan untuk berubah, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan, kemandirian, dan produktivitas sebagai bekal untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

